Hadir di Tengah Masyarakat, Personel Samapta Polri Serap Aspirasi Warga Lewat Patroli Jalan Kaki di Wilayah Cibubur

 



Jakarta – BSN.com- Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, jajaran Direktorat Samapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Patroli Dialogis di sejumlah titik vital wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Selasa, 3 Maret 2026.


Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini melibatkan personil dari Subden C Detasemen Perintis. 

Berbeda dengan patroli biasa, petugas mengombinasikan penggunaan kendaraan roda dua (KR2) dengan aksi jalan kaki untuk menjangkau interaksi yang lebih personal dengan warga.


Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri menyampaikan bahwa esensi dari patroli ini bukan sekadar pengawasan fisik, melainkan membangun komunikasi dua arah. Adapun rute patroli mencakup, Perumahan Cibubur Country, Mall, Ciputra, Perumahan Asana

Wilayah Pangadegan


"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya. Petugas di lapangan aktif berdialog dengan warga untuk menyerap informasi, mendengarkan keluhan, serta memetakan potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi di lingkungan mereka,"jelas nya.


Selain melakukan pemantauan wilayah, personil Subden C juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap tindak kriminalitas. Warga diimbau untuk tidak ragu melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada pihak kepolisian terdekat.


Langkah preventif ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memperkuat kerja sama antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.


Semangat ini terus diusung oleh jajaran Baharkam Polri sebagai wujud dedikasi dalam melayani dan melindungi seluruh lapisan masyarakat secara humanis,"Siap Terlihat dan Bermanfaat."

Postingan populer dari blog ini

VIRAL!!!!! Desa Carenang Kibarkan Bendera Merah Putih Robet Dan Sudah Usang

Masyarakat Gerudug Rumah Direktur CV Sanpan Gemilang 'SS' Diusir Warga

Polres Serang Diduga Lamban Dalam Penanganan Kasus Tindak Pidana Kekerasan, Di Industri Modern