Iklan

Iklan

Gempur Penyampangan Seksual, dr. Rita Rachmayanti Beberkan 4 Sayap Program Unggulan Salimah Banten

Banten Siber News
Sabtu, 18 Juli 2026, Juli 18, 2026 WIB Last Updated 2026-07-18T05:29:08Z

 




SERANG, –BSN.com-  Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Provinsi Banten secara resmi menyelenggarakan seminar edukatif lintas sektoral berskala regional pada Sabtu (18/07/2026). Agenda strategis yang mengangkat tema penting "Membangun Ketahanan Keluarga: Mencegah Penyimpangan dan Kejahatan Seksual" ini dipusatkan di Aula Setda Kabupaten Serang guna membentengi kualitas generasi bangsa serta memproteksi eksistensi perempuan dan anak dari ancaman degradasi moral.


Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Serang, H. Muhammad Najib Hamas. Dalam pidato arahannya, perwakilan pemerintah daerah ini melayangkan apresiasi tinggi atas inisiatif taktis PW Salimah Banten. Ia menegaskan, Pemkab Serang berkomitmen penuh mempertebal benteng pertahanan domestik demi meredam riak penyakit masyarakat


"Pemerintah Kabupaten Serang memandang pertahanan di tingkat keluarga merupakan benteng terdepan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan langkah penegakan hukum di hilir setelah jatuhnya korban. Melalui kolaborasi erat bersama organisasi perempuan seperti Salimah, kami siap membuka ruang integrasi program pembinaan pra-nikah agar angka kekerasan dan penyimpangan seksual di Serang bisa ditekan secara masif," tegas H. Muhammad Najib Hamas.


Senada Ketua PW Salimah Banten, dr. Hj. Rita Rachmayanti, Sp.PK., MARS.i., dalam sambutan kelembagaannya menjabarkan visi besar organisasi periode 2025-2030 sebagai lembaga perempuan yang berkontribusi aktif dalam kesejahteraan ibu, anak, dan keluarga Indonesia. Ia menegaskan, di tengah arus digitalisasi yang masif, ancaman penyimpangan perilaku dan predator kejahatan seksual mengintai ruang domestik tanpa batas.


Sebagai langkah konkret, dr. Rita menguraikan empat pilar pembinaan berjenjang yang digerakkan melalui enam departemen internal Salimah, di antaranya: Sekolah Pra-Nikah Salimah (Serasi): Mengedukasi para remaja perempuan atau calon pengantin agar matang secara mental, spiritual, dan kesehatan reproduksi sebelum menikah. Ke depan, program ini disinergikan intensif bersama Kemenag di Kabupaten Serang.


Sekolah Lansia Salimah (Salsa) & Sekolah Ibu Terpadu (Sita): Wadah pemberdayaan berkelanjutan bagi kaum ibu dalam mengoptimalkan keteladanan pola asuh.


Forum Silaturahmi Anak Salimah (Forsas): Pembinaan karakter berbasis keagamaan bagi anak-anak di bawah naungan Departemen Dakwah untuk memitigasi intervensi negatif gadget.


Salimah Outlet (Sister): Komunitas penguatan finansial domestik di bawah Departemen Ekonomi guna menopang kemandirian UMKM keluarga prasejahtera.


"Kami juga berterima kasih atas dukungan dari mitra lintas sektor seperti DP3AKKB, BKKBN, serta bidang pemberdayaan perempuan yang senantiasa berkolaborasi mengawal hak-hak keluarga di Provinsi Banten," urai dr. Rita Rachmayanti.


Seminar nasional ini turut menghadirkan dua pakar terkemuka sebagai narasumber utama. Pada sesi pertama, pakar spesialis dermatologi sekaligus edukator kesehatan publik nasional, dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK., FINSDV, FAADV., mengupas tuntas bahaya penyimpangan seksual dari perspektif klinis. Ia memaparkan draf data klinis terkait risiko kerusakan anatomis tubuh serta lonjakan penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS akibat pergaulan bebas.


Sementara pada sesi berikutnya, dimensi psikologis dibedah secara mendalam oleh DR. H. Irfan Aulia, M.Psi., selaku psikolog sekaligus Co-Founder Actualita Consulting. Beliau memaparkan draf taktis seputar sistem pola asuh (parenting) ideal untuk mendeteksi dini sekaligus menutup ruang gerak predator kejahatan seksual langsung dari lingkup terkecil.


Akses Edukasi Digratiskan untuk Publik

Pihak panitia pelaksana mengonfirmasi bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dengan terpenuhinya kuota maksimal sebanyak 200 peserta dalam waktu singkat. Demi memastikan pemerataan dan keterbukaan akses edukasi pertahanan moral ini, seminar yang semula berbayar akhirnya digratiskan sepenuhnya bagi peserta terdaftar, lengkap dengan fasilitas konsumsi dan relasi.


Melalui momentum ini, PW Salimah Banten berharap formula ketahanan keluarga ini dapat segera diimplementasikan secara empiris oleh para orang tua dan pemangku kebijakan, sehingga tercipta lingkungan sosial yang aman, religius, serta bebas dari ancaman kekerasan seksual di wilayah Provinsi Banten. (Red)

Komentar

Tampilkan

  • Gempur Penyampangan Seksual, dr. Rita Rachmayanti Beberkan 4 Sayap Program Unggulan Salimah Banten
  • 0

Terkini

Terkini Lainnya