A.H., Merasa Kecewa, Ajang Manfat Kades Dan Sekdes Tegalsari , Terkait Pengadaan Ayam Potong Tahun Anggaran 2024.
Tangerang_BSN.com- Diduga kepala desa Tegalsari Kecamatan Tigaraksa, kabupaten Tangerang,sebut saja inisialnya T. S., diduga telah melakukan penyalahgunaan jabatan terkait pengelolaan keuangan desa "dana desa", pasalnya berdasarkan informasi dan penelusuran serta konfirmasi dengan narasumber yang berinisial A. H., warga Kp. Pabuaran Rt. 009/004, dirinya mendapatkan bantuan keuangan (modal usaha ternak ayam-red) beserta pakan dan lainya sebesar Rp. 25.000.000- (dua puluh lima juta rupiah) namun faktanya bantuan modal keuangan tersebut sebesar Rp. 79. 500. 000,- (tujuh puluh sembilan juta lima ratus ribu rupiah), artinya kuat dugaan kades telah memanfaatkan saya ujarnya kepada awak media online Selasa 10/03/2026.
A. H., juga mengatakan setelah dirinya mendapatkan bantuan modal usaha ternak ayam sebesar Rp. 25. 000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), sekdes melalui. D, mantan ketua Rt. 009/004, meminta sejumlah uang dengan jumlah yang bervariasi dengan alasan ada keperluan, pertama sekdes meminta uang sebesar Rp. 1. 500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) serta Rp. 4. 000.000,- (empat juta rupiah) untuk yang Rp. 4 juta rupiah telah dikembalikan oleh sekdes ungkap A. H, dengan adanya hal tersebut ada dugaan. bu Kades telah memanfaatkan saya dengan iming-iming modal usaha ternak ayam, bahkan bukan hanya sekdes yang meminta sejumlah uang. Bu kades pun sama melalui "D", mantan ketua Rt. 009/004, meminta sejumlah uang kepada saya sebesar Rp. 2. 000.000,- (dua juta rupiah) untuk keperluan anak sekolah. Bu kades pun sempat marah kepada sekdes terkait adanya permintaan sejumlah uang ucap AH
T. S., kades Tegalsari Kec, Tigaraksa juga mengatakan bahwasanya uang atau modal usaha ternak ayam tidak perlu dikembalikan, hal tersebut mengutip ucapan Kades Tegalsari saat itu, dan A. H, juga menambahkan dalam satu kali panen dirinya memberikan beberapa ekor ayam "7 s/d 8 ekor ayam", ke desa sebagai ucapan terimakasih ujarnya
Adapun kedatangan Bu kades (T. S-red) ke rumah saya (A. H), untuk meminta bantuan terkait adanya dugaan permintaan sejumlah uang sebesar Rp. 10. 000.000,- (sepuluh juta rupiah). Uang tersebut diduga untuk menutupi adanya dugaan korupsi agar kasusnya tidak dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH-red) oleh salah satu warga Kabupaten Tangerang.
Awak media pun telah mengkonfirmasi kepada Kades dan Sekdes Tegalsari, terkait adanya dugaan penyalahgunaan jabatan atas kelebihan anggaran bantuan <strong>Pengadaan Ayam Potong</strong>, sebesar Rp. 54. 500.000,- (lima puluh empat juta, lima ratus ribu rupiah) dari anggaran sebelumnya sebesar Rp. 79. 500.000,- sebagaimana telah dikurangi atau disalurkan sebesar Rp. 25. 000.000,- (dua puluh juta, lima ratus ribu rupiah) namun hingga berita ini tayang pihak terkait (Kades dan Sekdes) Tegalsari Kecamatan Tigaraksa. Kabupaten Tangerang, bungkam
Dikonfirmasi TS selaku kepala desa Tegalsari melalui pesan aplikasi WhatsApp
Udh beres urusan sama bang dewo jawab TS dengan singkat kamis 13/3/2026.
( redaksi&tim )
