SERANG BSN.com- | Irigasi Perpompaan (IRPOM) merupakan alternatif penyediaan air sebagai suplesi air irigasi untuk pertanian, khususnya di areal di luar sistem irigasi tekhnis dengan memanfaatkan sumber air yang berasal dari sungai, mata air, danau dan sumber air lainnya.
Program tersebut dari Kementrian Pertanian melalui Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian, dengan sumber anggaran APBN, TP, TA 2026 dengan anggaran biaya Rp 155.700.000,-.sabtu 6/6/26.
Seperti halnya, SODIKIN ketua Poktan kelompok tani gotong royong sebagai penerima manfaat ( IRPOM) irigasi perpompaan yang beralamat kan Desa gembor udik,
kp Bogor RT 09 RW 03 kecamatan Cikande Serang banten
Dikonfirmasi Sodikin menjelaskan pada awak media semua nilai bantuan 155.700.000, cair tahap pertama 120 juta
Dari dana pertama turun 120 juta dan semua uang sudah habis buat belanja matrial kebutuhan irpom
Lanjut Sodikin saya rugi pa ...dana turun 120 juta saya belanja semua matrial dari beli mesin satu paket, paralon ,semen,pasir dan lain lain.
Sementara saya habis uang buat belanja semua material menghabiskan uang sekitar 140 juta lebih, berarti saya rugi pa, tapi gak pa pa kan kebutuhan semua buat petani .
Masih kata Sodikin tapi masih ada sisa yang belum di ambil ( cairkan red ) kurang lebih 3,5 juta lagi tutup sodikin
Dari hal diatas besar dugaan ada permainan manipulasi anggaran atau pembohongan publik perihal program (irpom) irigasi perpompaan tersebut, juga diduga ada Komitmen dengan Oknum Dinas terkait.
Kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum, dan Dinas Terkait agar melakukan pengecekan dan investigasi terkait dengan Program tersebut yang diduga anggaran tersebut jadi bacakan oleh oknum oknum tertentu.
Jangan sampai niat baik pemerintah pusat atau pun daerah untuk mensejahterakan para petani , dijadikan alat untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri.
( Maulana )



