BSN.com_Tangerang Karang Harja, Cinibung RT 03/04 — 16 November 2025 Desa Karang Harja pada malam 16 November 2025 berubah menjadi lautan zikir dan harapan. Dalam Haul Akbar Darul Athfal, ribuan jamaah berkumpul untuk mengenang dan meneladani sosok mulia Sulṭanul Auliyā, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Langit Cinibung seakan ikut merunduk, memberi ruang bagi doa-doa yang naik perlahan ke hadirat Ilahi.
Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Karang Harja, Hj. Aliyah, menghadirkan suasana yang begitu mengharukan—penuh kelembutan, linangan air mata, dan getaran hati yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Haul ini bukan hanya peringatan, tetapi perjalanan ruhani yang menyentuh jiwa setiap orang yang hadir.
Lantunan Sholawat yang Menggetarkan Hati
Sejak awal acara, suasana syahdu telah menyelimuti halaman Darul Athfal. Lantunan sholawat mengalir seperti angin lembut yang membawa kerinduan kepada Rasulullah dan para wali-Nya. Jamaah dari berbagai usia duduk khidmat, sebagian dengan mata yang telah basah sejak awal. Setiap bait doa seakan mengetuk pintu langit, menghadirkan ketenangan yang tidak mudah dilupakan.
Kehadiran Ulama yang Membawa Cahaya
Haul Akbar tahun ini terasa begitu istimewa dengan hadirnya para ulama dan qori terkemuka, para pewaris cahaya ilmu yang menjaga kemurnian ajaran para wali. Mereka adalah:
Syekh Ammar Azzati Al-Jailani, cicit Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
Syekh Abdul Aziz Al-Areqi, qori & murottal asal Yaman
Ustadz Hafiz Assaifi, dai nasional & pendiri Majlis Pemuda Islam
Ustadz Fatullah, dai nasional
Ustadz Zaky Mubarok, dai nasional
Ustadz Abdurrahman, tokoh provinsi
Ustadz Abdul Mu’in, pengajar Insan Akademi Turki
Ustadz Abdul Rahman, pendiri Darul Athfal
Ustadz Juhaedi, qori nasional
Kehadiran mereka menjadikan haul ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi mahkota keberkahan yang menerangi Karang Harja.
Pesan Haru dari Kades Hj. Aliyah
Dalam sambutannya, Kades Hj. Aliyah menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya Haul Akbar Darul Athfal. Dengan suara lembut yang bergetar, ia berkata:
> “Semoga berkah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani membimbing langkah kita. Semoga Allah menjaga desa ini dengan cahaya para wali-Nya.”
Ucapannya membuat banyak jamaah tak mampu menahan air mata. Bagi warga, haul ini menjadi momen untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, serta merajut kembali tali persaudaraan.
Cinibung Jadi Taman Berkah
Puncak acara menjadi momen paling haru. Ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan dengan suara yang meresap hingga ke dasar hati. Sholawat menggema lirih namun kuat, dan suasana hening menyelimuti seluruh tempat. Tidak ada suara lain, hanya desahan napas yang ditahan dan air mata yang tidak mampu disembunyikan.
Malam itu, Cinibung seakan berubah menjadi taman cahaya—tempat di mana doa bertemu harapan, tempat di mana hati-hati yang lelah kembali pulang kepada Tuhan.
(reporter -Acong)


